Blitar (sapablitar.com) -Di balik seragam hitam yang gahar dan sabuk putih yang melambangkan kesucian, tersimpan komitmen sosial yang jauh lebih tajam dari sekadar tendangan T atau pukulan satu-dua. Menyongsong bulan suci Ramadhan 2026, ratusan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Blitar Pusat Madiun memilih turun ke jalan bukan untuk unjuk kekuatan, melainkan untuk membumikan filosofi luhur Memayu Hayuning Bawono.
Ada pemandangan berbeda dalam aksi sosial kali ini. Para pendekar ini tidak mengumpulkan massa dalam antrean panjang yang melelahkan. Sebaliknya, mereka bergerak dalam “senyap” menggunakan metode door-to-door. Mereka menyisir gang-gang sempit, mendatangi gubuk dan rumah warga yang membutuhkan untuk memastikan bantuan pangan sampai tepat sasaran tanpa menguras martabat sang penerima.
“Toleransi Adalah Jurus Tertinggi”
Ketua PSHT Cabang Kota Blitar, Miskan H. Prasetyo, menegaskan bahwa jati diri seorang warga SH Terate tidak diukur dari seberapa banyak lawan yang dijatuhkan di atas matras, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar padepokan.
“Pencak silat bukan hanya soal bela diri. Di dalamnya ada unsur seni, olahraga, mental spiritual, dan yang paling utama yakni persaudaraan. Kami adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Toleransi dan kasih sayang adalah jurus tertinggi kami,” tegas Miskan dengan mantap.
Melampaui Pembagian Sembako
Aksi ini bukan sekadar seremoni musiman, melainkan implementasi nyata dari amanat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026. Menariknya, gerakan ini meluas hingga ke tingkat rayon dan ranting dengan berbagai agenda yang menyentuh akar rumput:
- Bakti Religi: Pembersihan tempat ibadah lintas agama secara berkala.
- Revitalisasi Lingkungan: Pembersihan saluran irigasi, aliran sungai, dan drainase.
- Sinergi Kamtibmas: Kolaborasi dengan perguruan silat lain dalam aksi lingkungan demi menjaga stabilitas keamanan di Bumi Bung Karno.
Sinergi Pendekar dan Pemerintah
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti PLT Lurah Gedog, Prastiko Gunawan, serta perwakilan Binmas Polres Blitar Kota dan Koramil Sananwetan, memberikan sinyal kuat bahwa organisasi bela diri bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial.
Ketua Panitia, Oma Azib, menyebutkan bahwa rasa syukur atas prestasi atlet selama setahun terakhir harus dimanifestasikan dalam bentuk pengabdian nyata. “Kami ingin menyatu dengan lingkungan. Sesuai pesan pimpinan pusat, warga SH Terate harus menebarkan kebaikan di mana pun kaki berpijak,” ujarnya. (Ant)











